Rabu, 27 Januari 2010

ASKEP THERMOREGULASI


THERMOREGULASI


A.    KOSEP  DASAR  TEORI
I. Pengertian
Suhu tubuh adalah keseimbangan antara panas yang dihasilkan dengan panas yang hilang dari tubuh. Panas dihasilkan melalui metabolisme makanan terutama oleh aktivitas sel otot dan hormon. Panas tubuh dapat meningkat atau menurun bila adanya penyakit.

II.    Pengaturan suhu tubuh
Ada 2 mekanisme  pengaturan suhu tubuh
1.      Mekanisme Psikologi
Hubungan antara produksi panas dan pengeluaran panas harus dipertahankan melalui mekanisme neorologi dan kardiovaskuler.
Mekanisme Pengeluaran Panas   :
-          Berkeringat
-          Verodilatasi pembuluh darah
-          Penghambat produksi panas

2.      Mekanisme Tingkah Laku
Panas tubuh dihasilkan melalui  :
-          Metabolisme makanan dan aktivitas
-          Peningkatan produksi hiroksin
Pada saat orang mengalami kedinginan, hipotalamun akan berespon atau dirangsang  untuk melepaskan thyrotropin releasing faktor yang akan merangsang edonahipofise untuk…..
Thyrotropin akan merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon firoksin yang akan meningkatkan laju metabolisme sel di seluruh tubuh, sehingga menghasilkan panas tubuh.
-          Themogenesis kimiawi
Adalah rangsangan untuk menghasilkan panas tubuh melalui sirkulasi norepinepsin atau rangsangan simpatis.

III. Kehilangan panas tubuh
-          Radiasi
adalah perpindahan panas dari permukaan sebuah objek ke permukaan objek tanpa adanya kontakantara kedua objek tersebut.
Contoh : orang yang berdiri dekat dengan sebuah frezer akan mengalami panas tubuh.
-          Konduksi
adalah perpindahan panas dari suatu objek ke objek lain melalui kontak langsung.
                     Contoh : kompres es
-          Konveksi
adalah perpindahan panas berjadi dengan gerakan udara.
Contoh : kita berada dalam ruangan ber-AC
-          Evaporasi
adalah perpindahan energi panas ketika cairan berubah menjadi gas.

IV. Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu tubuh
-          Usia
-          Waktu
-          Jenis kelamin
-          Emosi dam stres
-          Latihan atau olahraga
-          Makanan, minuman atau merokok
-          Lingkungan

B.     KONSEP DASAR ASKEP
I.       Pengkajian
v  Oris/mulut
Metode ini diajurkan kepada :
-          Bayi atau anak di bawah 6 bulan.
-          Pasien yang mengalami kelainan pada mulut.
-          Pasien yang keadaannya menurun atau kejang.
-          Pasien yang mendapat terapi O² melalui masker atau kanul nasal.

v  Rektal
Metode ini dianjurkan pada :
-          Anak usia dibawah 6 tahun
-          Pasien yang kesadarannya menurun.
Metode ini tidak dianjurkan kepada :
-          Kelainan pada rektal
-          Pembedahan rektal
-          Infark miokard dan kejang
v  Axilla
Keuntungannya :
-          Paling akan sehingga lebih banyak digunakan.
Kekurangannya :
-          Pengukurannya lebih lama untuk mendapatkan hasil yang akurat.
-          Tidak bisa dilakukan pada pasien yang terlalu kurus.

II.    Diagnosa keperawatan
-          Gangguan pengaturan suhu tubuh (hipertensi) b/d proses infeksi atau penyakit.
-          Gangguan pengaturan suhu badan/tubuh (hipotermi) b/d proses penyakit.
                    
III.  Intervensi keperawatan
-          Kaji warna kulit dan suhu
-          Pindahkan selimut yang berlebihan atau kurangi selimut jika klien kedinginan.
-          Berikan makanan dan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
-          Berikan pakaian yang kering dan nyaman.
-          Gunakan kipas angin jka klien kepanasan.
                          
IV. Implementasi
Melakukan implementasi sesuai rencana keperawatan.

V.    Evaluasi
Suhu tubuh normal, jika suhu belum normal, maka pantau atau kaji kembali diagnosa keperawatan dan implementasi keperawatan yang telah dibuat apakah sudah selesai atau belum selesai, catat perkembangan.


DAFTAR PUSTAKA


Suyton “Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit”, EGL. Edisi II.1991.

Human Basic Need. S. Psik. FK-UNDAD 1998.

Kozles Erb Ollvensi, Fundamental of Nourting, Concept. Procces and Profile Fourth Edition, Addison Waslay, California. 1991

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar